6 Aktivitas Yang Dapat Meningkatkan Risiko Kanker Serviks

6 aktivitas yang dapat meningkatkan risiko kanker serviks – Kanker serviks merupakan kanker yang menyerang bagian organ reproduksi wanita, tepatnya di bagian leher rahim.

Penyakit ganas ini disebabkan oleh Human Papilloma Virus ( HPV ) yang sangat mudah berpindah dan menyebar. Tidak hanya melalui cairan, tetapi juga bisa berpindah melalui sentuhan kulit.

Selain itu, penggunaan wc umum yang sudah terinfeksi virus HPV dapat meningkatkan seseorang yang menggunakannya, terutama jika tidak membersihkannya dengan baik.

6 Aktivitas Yang Dapat Meningkatkan Risiko Kanker Serviks

6 Aktivitas Yang Dapat Meningkatkan Risiko Kanker Serviks

Ada beberapa faktor atau aktivitas yang bisa meningkatkan risiko wanita menderita kanker serviks, yakni:

» Aktivitas seksual terlalu dini. Melakukan aktivitas seksual pada usia terlalu dini tanpa menggunakan pelindung dapat meningkatkan risiko terinfeksi HPV penyebab kanker serviks.

» Bergonta-ganti pasangan seksual. Setiap wanita yang aktif berhubungan seksual memiliki risiko terkena kanker serviks. Namun, risiko akan menjadi lebih tinggi ketika wanita kerap bergonta-ganti pasangan saat berhubungan seks.

Virus HPV juga dapat ditularkan dari pasangan yang sering jajan diluar dan bergonta-ganti pasangan pada istrinya.

Baca : Bahaya kista yang tidak segera ditangani

» Melahirkan banyak anak. Semakin sering seorang Anda melahirkan, maka risiko terkena kanker serviks pun akan semakin tinggi. Wanita yang melahirkan tiga orang anak memiliki risiko tiga kali lebih tinggi dibanding mereka yang belum pernah melahirkan sama sekali.

Perubahan hormon saat hamil yang membuat leher rahim rentan terserang HPV.

» Merokok, aktif ataupun pasif. Anda, wanita perokok memiliki risiko terkena kanker serviks dua kali lipat. Rokok dapat menyebabkan kemampuan alami tubuh menurun dalam melawan infeksi HPV.

Asapnya juga memiliki lebih dari empat ribu bahan kimia, termasuk karbonmonoksida, nikotin dan tar.

Racun juga terkandung dalam asap rokok yang sifatnya genotoxic, yang dapat merusak sel DNA yang bisa mengakibatkan mutasi dalam sel secara tidak terkendali dan menyebabkan kanker bagi mereka perokok pasif.

Penelitian menunjukkan bahwa lendir serviks pada wanita perokok mengandung nikotin dan zat-zat lain yang ada dalam rokok. Seperti yang telah dijelaskan tadi bahwa rokok memang mempengaruhi dan memicu perkembangan kanker serviks.

Baca : Ciri-ciri kanker paru stadium awal

» Mengkonsumsi pil kontrasepsi atau KB lebih dari lima tahun. Mengonsumsi pil KB cukup lama dapat meningkatkan risiko dua kali lipat mengalami kanker serviks, meski alasannya belum diketahui dengan jelas.

» Sistem kekebalan tubuh yang menurun atau lemah. Saat kondisi kekebalan tubuh Anda menurun. Misalnya, saat menjalani transplantasi ginjal. Saat itu, akselerasi pertumbuhan kanker dai nonivasif bisa menjadi invasif (dari tidak ganas menjadi ganas) sangat cepat.


Untuk itu, bagi Anda yang kini sedang dalam kondisi sehat sebaiknya hindari faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker serviks tersebut. Karena jika kanker serviks sudah menyerang, terlebih bila Anda tidak menyadarinya, perlahan-lahan kanker akan berkembang semakin parah.

Jika kanker sudah keluar dari leher rahim makan besar kemungkinan akan menyebar ke organ serta jaringan di sekitarnya.

Kanker bisa menyebar ke vagina dan otot yang menopang tulang panggul. Sel kanker juga dapat menyebar ke tubuh bagian atas. Kondisi ini akan menghalangi saluran yang mengalir dari ginjal ke kandung kemih ( ureter ).

Kanker bisa menyebar ke kandung kemih, rektum, dan akhirnya sampai ke hati, tulang dan paru-paru. Kanker juga bisa menyebar ke sistem limfatik (serangkaian nodus dan saluran yang menjalar ke seluruh tubuh dengan cara yang sama seperti sistem peredaran darah).

Sumber : alodokter.com , cnnindonesia.com

Rekomendasi Pengobatan:

Posted by : 6 Aktivitas Yang Dapat Meningkatkan Risiko Kanker Serviks