Ini 4 Kondisi Berbahaya Saat Menstruasi Yang Harus Diwaspadai

Ini 4 Kondisi Berbahaya Saat Menstruasi Yang Harus Diwaspadai

Menstruasi merupakan salah satu momen bulanan yang setiap wanita pasti alami. Menstruasi termasuk momen yang sangat penting bagi wanita, karena selama menstruasi tubuh melepaskan lapisan luar rahim. Darah dikeluarkan dari tubuh melalui vagina setelah bergerak melalui rahim.

Namun, beberapa wanita di seluruh dunia kerap menghadapi banyak masalah selama masa menstruasi.

Ini 4 Kondisi Berbahaya Saat Menstruasi Yang Harus Diwaspadai

Umumnya, periode menstruasi wanita ialah 3-5 hari, sedangkan siklusnya berlangsung selama 28 hari. Namun masa menstruasi yang dialami tiap wanita berbeda-beda, sehingga sulit untuk menentukan mana yang normal dan mana yang tidak.

Beberapa wanita memang bisa mengalami periode menstruasi yangs angat singkat, sementara yang lain lebih panjang. Volume menstruasi beberapa wanita ada juga yang banyak dan ada juga yang lebih sedikit.

Akan tetapi, ada beberapa kondisi yang perlu diwaspadai karena dapat menjadi indikasi adanya masalah kesehatan pada tubuh Anda.

Ini 4 Kondisi Berbahaya Saat Menstruasi Yang Harus Diwaspadai

Mengalami kram dan nyeri haid berlebihan

Kebanyakan wanita mengalami kelelahan dan nyeri di masa menstruasi. Namun beberapa wanita juga merasakan nyeri yang lebih parah sehingga membuat mereka tidak mampu beraktivitas.

Kondisi ini biasanya disebut dismenorea yang dapat disertai dengan gejala lain seperti mual, muntah, sakit kepala, nyeri punggung, dan diare.

Nyeri berlebihan saat haid dapat menjadi indikasi terhadap adanya penyakit tertentu seperti fibroid dan endometriosis.

Jika volume menstruasi lebih banyak dari biasanya

Umumnya wanita mengeluarkan volume menstruasi rata-rata 30-40ml sebulan. Namun beberapa wanita mengeluarkan hingga lebih dari 60ml sebulan. Kondisi ini disebut menoragia.

Kehilangan banyak darah menyebabkan tubuh kehilangan zat besi yang dibutuhkan untuk memproduksi hemoglabin. Tanpa zat besi yang cukup, jumlah sel darah merah akan berkurang secara signifikan sehingga menyebabkan anemia.

Kondisi ini ditandai dengan gejala-gejala seperti kelelahan, napas pendek dan pucat.

Selain itu, volume menstruasi yang lebih tinggi juga dapat disebabkan oleh : Penyakit radang panggul, kehamilan yang tidak normal atau keguguran, penggunaan IUD (intrauterine device), gangguan penggumpalan darah, polip atau fibroid pada rahim, dan kanker rahim.

Periode menstruasi abnormal atau terlambat

Jika Anda tidak hamil, maka menstruasi yang hadir diakhir jadwal menstruasi mungkin Anda mengalami ketidakseimbangan hormon dalam tubuh Anda. Misalnya, ovulasi mungkin tidak teratur atau mungkin mengalami PCOS (Polycystic Ovary Syndrome).

Hal ini juga akan menjelaskan, mengapa Anda mengalami kesulitan dalam memprediksi masa subur. Haid atau menstruasi yang melambat atau bahkan berhenti sebelum usia 40 juga kemungkinan menandakan:

  • Anda sedang hamil.
  • Mengalami gangguan pola makan, seperti anoreksia nervosa. Keterbatasan kalori dalam tubuh menghalangi pelepasan hormon yang dibutuhkan dalam proses ovulasi.
  • Berolahraga terlalu berat atau terlalu sering. Intensitas olahraga yang berlebihan dapat memengaruhi produksi dan kinerja hormon reproduksi yang mengatur siklus menstruasi.
  • Kemungkinan penyebab lain adalah sedang dalam masa menyusui, obesitas, gangguan pada hipotalamus, mengonsumsi kontrasepsi oral, gangguan kelenjar tiroid, stres, gangguan pada rahim, ovarium yang berhenti berfungsi lebih dini dan sindrom ovarium polisistik.

Segera periksakan ke dokter jika menstruasi Anda berhenti, sering terlambat dalam waktu yang cukup panjang, dan tidak teratur.

Mengalami pendarahan di antara masa menstruasi

Pendarahan di antara masa menstruasi sebaiknya segera dilakukan pemeriksaan untuk mendeteksi kemungkinan adanya gangguan, seperti luka pada vagina hingga yang lebihs erius seperti kanker.

Secara singkat dan intinya, Anda harus segera memeriksakan diri Anda ke dokter jika:

  • Siklus menstruasi Anda kurang dari 21 hari atau lebih dari 35 hari.
  • Menstruasi berlangsung lebih dari 7 hari.
  • Mengalami pendarahan di antara masa menstruasi.
  • Mengalami nyeri yang tak tertahankan saat menstruasi/haid.
  • Anda telah berhenti mengalami menstruasi selama 12 bulan berturu-turut, tapi kemudian kembali mengalami haid.
  • Perlu mengganti pembalut hingga tiap satu jam sekali.

Demikian informasi mengenai 4 Kondisi Berbahaya Saat Menstruasi Yang Harus Diwaspadai Anda para wanita. Lakukan segera pemeriksaan diri ke dokter jika Anda mengalami hal-hal yang ganjil tersebut untuk meminimalisir kondisi serius yang bisa kapan saja terjadi.

Ini 4 Kondisi Berbahaya Saat Menstruasi Yang Harus Diwaspadai

Baca juga : QnC Jelly Gamat Obat Kista Alami Terbaik